Selasa, 15 Oktober 2013

KODE ALAM SGP

  • Singapura
  •  
  • Hongkong
  •  
  • Togel
  •  
  • Search Terms
  •  
  • Oktober
  •  
  • Bandar
  •  
  • Searches
  •  
  • Searching
  •  
  • Hari
  • Free baby samples
  •  
  • Singapura
  •  
  • Hongkong
  •  
  • Togel
  •  
  • Search Terms
  •  
  • Oktober
  •  
  • Bandar
  •  
  • Searches
14 Nov 2013
26 Maret 2013
2 Nov 2013
2 Jan 2013
2 Jan 2014

angka jitu shio togel hk lengkap dengan kode alam sabtu 21 09 2013


Info angka jitu shio togel hk lengkap dengan kode alam sabtu 21 09 2013

Hasil pencarian terbaik togel dengan kata kunci "angka jitu shio togel hk lengkap dengan kode alam sabtu 21 09 2013" di TOGELZ COM hari ini.

Prediksi Togel Singapura 16 Oktober 2013

Prediksi Togel Singapura Rabu 16 Oktober 2013 – Prediksi Togel 16 Oktober 2013 – Prediksi TogelSingapura Hari ini – Jbrmalam 16 Oktober 2013 – Prediksi Togel Hari ini Rabu 16 Oktober 2013 – Prediksi Keluaran Togel SGP Hari Ini 16 Oktober 2013 – Prediksi Shio Togel Singapura 16 Oktober2013. Prediksi Rumus Togel SGP [...]

Prediksi Togel Hongkong 16 Oktober 2013

Prediksi Togel Hongkong Rabu 16 Oktober 2013 – Prediksi Togel Hongkong Malam ini – jbrmalam 16Oktober 2013 – Prediksi Togel Hari ini Rabu 16 Oktober 2013 – Prediksi Keluaran Togel HK Hari ini 16Oktober 2013 – Prediksi Shio Togel Hongkong 16 Oktober 2013. Prediksi Rumus Togel HK khusus untuk bocoran Angka 2D,3D,4D. Prediksi [...]

Prediksi Togel Hongkong 15 Oktober 2013

Prediksi Togel Hongkong Selasa 15 Oktober 2013 – Prediksi Togel Hongkong Malam ini – jbrmalam 15Oktober 2013 – Prediksi Togel Hari ini Selasa 15 Oktober 2013 – Prediksi Keluaran Togel HK Hari ini 15Oktober 2013 – Prediksi Shio Togel Hongkong 15 Oktober 2013. Prediksi Rumus Togel HK khusus untuk bocoran Angka 2D,3D,4D. Prediksi [...]

KODE ALAM AJAIB SGP 2D

Halamam Kode Alam.
Semoga beruntung


01
Cecak kawin
Tentara : Silat


02
Kodok masuk dalam rumah
0rang barat : Mucikari


03
Kupu kupu masuk dalam rumah malam hari
0rang dayak : Kepala polisi


04
Orang gila mengamuk di jalan
Hipnotis : Anggar


05
Burung elang terbang
Tukang sapu : Pemahat


06
Anjing melolong di malam hari
Penjual sayur : Pelukis


07
Kucing kawin
Ronda malam : Serdadu


08
Dengar suara burung hantu
Pramugari : Ahli nujum


09
Perampok di tangkap polisi
Koki : Sibongkok


10
Tikus lewat di depan anda
Polwan : Sakit mata


11
Ular lewat di depan anda
Pencopet : Bidadari


12
Orang di bunuh mati
Polisi : Hostes


13
0rang mati ditabrak roda empat
Intel wanita : Basket ball


14
0rang terbakar
Abang becak : Dayang


15
Pakai baju terbalik
Kerdil : Dokter gigi


16
Berkelahi main judi
Lepra : Petinju


17
Lelaki pakai anting2 sebelah
Anak brandal : Karateka


18
Listrik mati dalam pesta
Doktorandus : Sepak takraw


19
Kuduk berdiri ketika berjalan malam hari
Lempar bola : Wartawati


20
Musang lintas malam hari
Satpam : Petruk


21
Lihat ban kendaraan pecah
Perantara : Perenang


22
Cecak masuk dalam tempat gula
Babi hutan : Kulit hitam


23
Lembu mengamuk
Putri ayu : Pompa bensin


24
Sepasang merpati terbang
Ibu guru : Sepak bola


25
Durian jatuh
Suster : Bendera Jepang


26
Cecak makan capung
Berdoa : Bendera Amerika


27
Cecak makan kupu kupu
Tukang air : Sejodoh


28
Ketinggalan dompet
Penyelam : Siluman kera


29
Temukan uang kertas di jalan
Kepala Sekolah : Siluman babi


30
Banci menyeberang jalan
Kepala Stasiun : Semar


31
Pengemis bawa anak
Marsekal : Tabrak lari


32
Kepergok pencuri ayam
Menteri Hutan : Bayi tabung


33
Gajah mengamuk
Pengairan : Duta


34
Balon pecah
Sarjana : Koran


35
Dompet jatuh
Menteri Wanita : Pecandu


36
Kudis dipatuk ayam
Dokter : Tertuduh


37
Orang bermata satu
Pilot : Pengadilan


38
Wanita berambut panjang ekor kuda
Inang : Pemandangan


39
Pemain bola patah kaki
Pemabuk : Kebun binatang


40
Pakai akar bahar
Pelancong : Kolam renang


41
Cecak jatuh
Putri Duyung : Pabrik


42
Kucing tangkap kadal
Menjerat anjing : Petromak


43
Helm jatuh saat naik motor
Wasit : Lampu Aladin


44
Gunung meletus
Apoteker : Montir


45
Serdadu latihan baris
Kerja bakti : Akrobat


46
0rang hamil terlanggar
Tukang jam : Tukang foto


47
Guru serong dengan murid
Sabung ayam : Permata Pirus


48
Ngebut di jalan raya
Menyelam : Badut


49
Pejabat di pecat karena korupsi
Robot : Berpidato


50
0rang gila menyanyi
Nenek moyang : Bikshu


51
Penyelundup wanita tertangkap polisi
Tukang kayu : Kasih ibu


52
Gembong preman mati terbunuh
Tukang batu : Arjuna


53
0rang asing mengemudi becak
Pandir : Pendekar


54
Kepergok, istri selingkuh
Kusir : Raja


55
Nenek & kakek jalan berdua
Jual bunga : Pelarian


56
tanaman padi kena banjir
Montok : Profesor


57
Hidung berdarah (mimisan)
Sopir taxi : Kwankong


58
0rang keling mabuk masuk parit
Kap salon : Selir


59
Goreng pisang hangus
Petani : Gentleman


60
0rang barat tawar buah
Tukang pukul : Terjun payung


61
Diancam di tengah jalan
Tahanan : Main kasti


62
Musang tangkap ayam
Mata mata : Ambulance


63
Pedagang obat jalanan
Tk ronbengan : Televisi


64
Wanita bertengkar
Fir'aun : Lapangan


65
Kelelawar masuk rumah
Bajingan : Eskimo


66
Anak tersiram air panas
Kuli pasir : Roket


67
Tukang becak tertidur
Wanita penghibur : Bulan


68
Tangan terpotong
BUDHISME : Kalung berlian


69
Tukang es terlanggar
Wanita hamil : Permaisuri


70
Kena razia polisi
Timpang : Kelana


71
Ayam curi ikan
Lintah darat : Piala


72
Pedagang kain marah
Tukang parkir : Candi


73
Terpijak kotoran manusia
Pandai besi : Kartu AS


74
Kencan di bawah pohon
Waria : Lukisan


75
Mancing dapat ular
Maling : Kunci


76
Rumah gubuk terbakar
Pengemis : Ayunan


77
Pemain sulap di pinggir jalan
Sekretaris : Barongsai


78
Pencopet beraksi
Ahli sepatu : DAKOCHAN


79
Plaza terbakar
Potong rambut : Harimau


80
Anak dan induk puyuh lewat
Biduan : Lilin


81
0rang naik sepeda mini


82
Dapur terbakar


83
Anak kembar berjalan


84
Atap rumah dilempar batu


85
0rang hanyut di sungai


86
Ayam berkokok pukul 12 malam


87
0rang pakai kaca mata hitam


88
Rayakan ultah ke 17


89
Kendaraan roda empat terbalik


90
Wanita gundul


91
Anak kecil pegang kotoran


92
Main catur sendiri


93
Pengusaha bangkrut


94
Mobil masuk jurang


95
Mati mendadak


96
Bunuh ayah


97
Bayi kembar tiga


98
Pohon tumbang menghalang jalan


99
Ketemu telur di semak


00
Lampu teplok menyala

BUDIDAYA IKAN

Ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan tawar keluarga Anabantidae. Ikan ini mempunyai bentuk badan pipih dan lebar. Pada ikan yang sudah dewasa, lebar badannya hampir dua kali panjang kepala atau ¾ kali panjang tubuhnya. Bentuk kepala ikan gurami yang masih berusia muda lancip ke depan, dan setelah tua menjadi dempak. Warna tubuhnya terutama di bagian punggung adalah merah sawo sedangkan pada bagian perut berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan. Sepasang sirip perut gurami akan mengalami perubahan menjadi sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Sirip yang keras menempel pada punggungnya sedangkan garis rusuknya menyilang di bagian bawah sirip punggung. Panjang tubuh maksimum 65 cm. 
Strain gurami yang dikenal masyarakat cukup banyak dan bervariasi dimana antar strain dibedakan berdasarkan kemampuannya dalam memproduksi telur, kecepatan tumbuh dan bobot maksimal yang bisa di capai setelah dewasa. Namun demikian belum ada penetapan strain gurami yang standar dari instansi yang berwenang. Beberapa yang dikenal dalam masyarakat adalah gurami blue safir, paris, baster dan batu. 
Ikan gurami merupakan ikan yang relatif lambat pertumbuhannya dan baru mencapai kematangan telur sekitar umur 2 tahun. 
foto 2 

SYARAT LOKASI USAHA 
Untuk mendapatkan kualitas ikan gurami yang optimal, maka berikut ini adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi 
1. Dilaksanakan di dataran rendah pada ketinggian 20 – 400 m dpl 
2. Kuantitas dan kualitas air mencukupi. Kualitas air yang dibutuhkan yaitu air tenang, bersih, dasar kolam tidak berlumpur (kekeruhan air 40 cm dari permukaan air), tidak tercemar bahan kimia beracun dan limbah (kadar NH3 tidak lebih besar dari 0,02%), kemasan air (pH) 6,5-8. Apabila pH di bawah 6,5 maka untuk menaikkan pH di lakukan pengapuran dengan CaCO3, sedangkan apabilah pH diatas 8 maka untuk menurunkan dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang. 
3. Tanah tidak berporous dan cukup mengandung humus. Tanah yang tidak berporous dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor, sedangkan perbandingan antara tanah liat dan pasir kurang dari 60%:40%. 
4. Kemiringan tanah 3%-5% untuk memudahkan pengairan kolam 
5. Temparatur optimum 25-30oC 
6. Kandungan oksigen dalam > 2 ppm
Habitat ikan gurami adalah rawa, sungai, telaga dan kolam. Sedangkan pemeliharaan oleh pembudidayaan biasanya di kolam. 
7.

foto 3 


TAHAPAN BUDIDAYA 
Budidaya ikan gurami dapat dibagi dkedalam beberapa tahapan berikut 
1. Pendederan 1 (D1) : pemeliharaan benih 0,5 gram hingga mencapai berat 1 gram selama 1 bulan 
2. Pendederan 2 (D2) : pemeliharaan benih 1 gram hingga mencapai berat 5 gram selama 1 bulan 
3. Pendederan 3 (D3) : pemeliharaan benih 5 gram hingga mencapai berat 20-25 gram selama 2 bulan 
4. Pendederan 4 (D4) : pemeliharaan benih 20 -25 gram hingga mencapai berat 75-100 gram selama 2 bulan 
5. Pendederan 5 (D5) : pemeliharaan benih 75 -100 gram hingga mencapai berat 200 -250 gram selama 3 bulan. 
6.
1. Tahap pembenihan yang mencakup tahap pemijahan, penetesan telur dan perawatan larva. Telur yang telah menetas dari induknya dipelihara hingga menjadi larva dengan berat 0,5 gram selama 1 bulan. 
2. Tahap pendederan yaitu tahap pemeliharaan benih gurami sejak 0,5 gram sampai menjadi berat 200-250 gram yang siap dibesarkan. Penderan dibagi kedalam 5 tahap sebagai berikut : 
3.
4. Tahap pembesaran yaitu pemeliharaan benih 250-250 gram hingga mencapai ukuran konsumsi dengan berat lebih dari 500 gram selama 3 bulan. 
5.

foto 4 

Selain tahapan budidaya sebagaimana tersebut diatas, ada pula yang membagi tahapan pendederan dalam 3 tahapan saja berat 1 gram hingga mencapai berat 20-25 gram. 
Alasan membagi budidaya ikan gurami dalam tahapan tersebut diatas adalah : 
1. Membudidayakan ikan gurami sampai dengan ukuran konsumsi memakan waktu cukup lama sehingga perolehan hasil usaha dirasakan cukup lama. 
2. Permintaan produk untuk setiap tahapan (dalam bentuk telur, benih dan ikan ukuran konsumsi) cukup tinggi 
3. Keterbatasan modal dan lahan usaha apabila pembudidaya harus melaksanakan tahapan dalam satu siklus penuh 
4.
Dengan demikian maka pembagian tahapan ini membantu pembudidaya dalam hal ini : 
1. Mempersingkat masa panen 
2. Menghasilkan pendapatan pembudidaya dengan keuntungan yang cukup memadai 
3. Menurunkan resiko kegagalan panen 
Adanya tahap budidaya tersebut dapat membuka peluang usaha budidaya ikan gurami yang cukup luas sejak pembenihan sampai dengan pembesaran yang berkaitan antara satu dengan yang lain dalam satu sistem budidaya ikan gurami, sebagaimana digambarkan pada Skema 4.1. 

foto 5 


Sistem budidaya ikan gurami :
Tahapan, lama pemeliharaan dan produk yang dihasilkan 
TEKNOLOGI TEPAT GUNA 
Tingkat teknologi yang digunakan untuk budidaya ikan gurami umumnya di klasifikasikan ke dalam 3 jenis yaitu tradisional, semi intensif dan intensif, namun tidak ada batasan yang pasti dan jelas antara ketiga tingkat teknologi tersebut karena penggolongannya hanya dilakukan melalui perbedaan ciri-cirinya saja. Kebanyakan yang dilakukan masyarakat adalah teknologi tradisional dan semi intensif. Klasifikasi teknologi tersebut berpedoman pada Sapta Usaha Perikanan yang meliputi : 
1. Pengolahan lahan 
2. Pengairan 
3. Pemupukan/pemberian pakan 
4. Penyediaan benih atau induk yang unggul 
5. Pencegahan hama dan penyakit 
6. Panen 
7. Perbaikan manajemen usaha tani 
Ciri-ciri penggunaan teknologi tradisional adalah hanya mengandalkan pada kondisi alam saja, pemberian pakan secara alami, pemeliharaan ikan gurami dimaksudkan hanya sebagai tabungan saja dan dipanen setahun sekali dalam rangka memenuhi kebutuhan hari lebaran/hari besar. Sedangkan ciri-ciri teknologi semi intensif adalah sedikit banyak telah melaksanakan kegiatan budidaya sesuai dengan Sapta Usaha Perikanan misalnya dalam hal pakan telah menggunakan pakan buatan disamping pakan alami dan telah dilakukan pengaturan kualitas air, namun belum secara terukur dan terkontrol. Ciri-cir teknologi intensif adalah mengacu pada Sapta Usaha Perikanan dan dilakukan secara terkontrol. 
foto 6 

TEKNIS BUDIDAYA 
Budidaya ikan gurami memerlukan kolam penyimpanan induk, kolam pemijahan, kolam/bak penetasan dan pemeliharaan benih, kolam pendederan, kolam pembersaran dan kolam pemberokan (penyimpanan sebelum di pasarkan). Sebelum dilakukan kegiatan budidaya, perlu dilakukan pembuatan kolam yang meliputi antara lain pembuatan pematang, saluran pemasukan air dan saluran pembuangan air, pintu pematang air, pintu pembuangan air, caren dan kowean (sering pula disebut kemalir dan kobakan), serta pengolahan dasar kolam dengan pupuk dan kapur. Setelah kolam siap untuk digunakan, baru dilakukan kegiatan pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan gurami. 
Persiapan kolam 
Tahap persiapan kolam untuk pembenihan, pendederan maupun pembesaran prinsipnya hampir sama, hanya dibedakan pada padat tebar dan jenis pakan yang diberikan serta ketinggian air yang dibutuhkan. Konstruksi kolam dan pengolahan lahan pada setiap tahap sama. 
a. Pembuatan kolam 
Bentuk pematang dibuat trapesium yaitu lebih lebar di bagian bawah, dengan kemiringan sebaiknya tidak lebih dari 45&degC. Untuk membuat kolam dilakukan pencangkulan guna membalik tanah dasar dengan “keduk teplok”, yaitu memperdalam saluran dan pemetakan kolam yang sekaligus memperbaiki pematangnya, sehingga ketinggian air kolam nantinya mencapai 60 m. Kowean dibuat di tengah kolam dengan ukuran 1x1x0,4 m dan diberi tanggul sehingga merupakan kolam kecil di dalam kolam (Lihat skema 4.2.). Kowean berfungsi untuk melepaskan benih berat 0,5 gram pada saat penebaran dan tempat unuk menangkap ikan saat panen. Setelah itu membuat caren dengan lebar 30 cm dan dalam 30 cm, yang berfungsi sebagai tampat pengumpulan benih pada saat air kolam dangkal atau surut dan untuk menggiring benih ke kowean saat panen 
foto 7 

Konstruksi kolam pendederan ikan gurami 
Pada saat persiapan pembuatan kolam dilakukan juga pengeringan dasar kolam. Setelah dasar kolam kering, diberikan kapur dengan dosis 100-200 gr/m2 dan pupuk kandang 500-1.000 gr/m2. Pupuk kandang yang cukup baik untuk digunakan adalah kotoran ayam karena memiliki unsur hara yang lengkap untuk menumbuhkan pakan alami, mudah terurai dan kandungan amoniaknya tidak terlalu tinggi. Pemupukan dilakukan untuk menyuburkan tanah sekaligus menumbuhkan pakan alami seperti Fitoplankton, Zooplankton dan Bentos yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan larva dan benih ikan gurami. Setelah itu dilakukan pengisian air dan dibiarkan selama 7 hari untuk memberi kesempatan pupuk terurai dan menumbuhkan pakan alami bagi benih gurami. Persediaan pakan alami ini dapat memenuhi kebutuhan benih ikan selama 11 s.d 14 hari. Di dasar kolam dekat pintu pemasukan air sebaiknya ditanami ganggang Hydrilla verticilata sebagai tempat berlindung dan mencari makan benih ikan gurami. 

Foto 8 


Pendederan 
a. Penebaran benih 
Sebelum benih ukuran 0,5 sampai 25 gram ditebar terlebih dahulu dilakukan pemilihan benih yang berkualitas baik untuk menjamin kualitas produksi ikan yang dipelihara. Dalam pemilihan benih tebaran yang perlu diperhatikan antara lain : 
• Kondisi benih sehat, tidak cacat/luka dan gerakan lincah 
• Warna sisik tidak terlalu hitam 
• Sisik tubuh lengkap/tidak ada yang lepas 
• Tubuh tidak kaku 
• Ukuran seragam 
Penebaran benih dilakukan 5 hari setelah pemupukan, dengan padat tebar dan tinggi air sesuai ukuran benih (lihat Tabel 4.3). Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Sebelum ditebar, dilakukan penyesuaian suhu air dalam wadah angkut dengan suhu air kolam (proses aklimitasi) dengan cara memasukkan air kolam sedikit demi sedikit secara perlahan ke dalam wadah angkut. Setelah terjadi penyesuaian suhu, wadah angkut dimasukkan ke dalam kolam. Air akan bercampur sedikit demi sedikit dan ikan-ikan akan keluar dan berenang ke tengah kolam. 

Benih Ikan Gurami.
Masing-masing daerah sentra ikan gurami mempunyai sebutan ukuran yang
berbeda dalam perdagangannya. Di pasar ikan Purbalingga disebut (ki-ka) ukuran 2 jari, bungkus korek, 3 jari dan tampelan 
Padat tebar benih, tinggi air dan jenis pakan 
Tahap 
Tinggi Air 
Padat Tebar/M2 
Jenis pakan 
D1 
30-40 cm 
40-60 ekor 
Pakan alami (zooplanton), tubifex, tepung ikan atau pelet halus 
D2 
40-50 cm 
30-40 ekor 
Tepung ikan, bungkil atau pelet remah 
D3 
50-60 cm 
20-30 ekor 
Pelet remah/pelet kecil 
D4 
60-80 cm 
± 20 ekor 
Pelet atau daun-daunan (sente, talas, kajar) 
D5 
80-100 cm 
± 20 ekor 
Pelet dan atau daun-daunan 

Kebutuhan pakan berupa pelet per hari adalah 3% dari berat ikan namun jika pakan berupa daun-daunan kebutuhan pakan perhari sebanyak 5-10% dari berat ikan. Untuk penggunaan pakan secara kombinasi diberikan pelet sebanyak 1,5% per hari dari berat ikan dan hijauan sebanyak 5% per hari dari berat ikan. Pemberian pakan secara teratur dalam jumlah yang tepat dapat menghasilkan pertumbuhan ikan gurami yang optimal. Konversi pakan untuk pemeliharaan dalam kolam adalan 1,5-2%, artinya untuk menghasilkan 1 kg daging ikan memerlukan pakan sebanyak 1,5 kg sampai dengan 2 kg. Untuk memberikan pakan yang tepat sesuai kebutuhan dilakukan sampling berat ikan. 
Pemanenan 
Pemanenan ditahap pendederan dilakukan setelah benih mencapai berat 20-25 gram. Dalam pelaksanaan pemanenan yang perlu diperhatikan antara lain : 
• Waktu pemanenan sebaiknya pagi atau sore hari 
• Untuk memudahkan penangkapan, sebelum dilakukan penangkapan perlu dimasukkan daun pisang ke dalam kolam sebagai tempat berkumpulnya benih ikan. 
• Proses penangkapan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak sampai menyebabkan lepasnya sisik terutama pada bagian punggung 
• Penangkapan benih ikan di kolam dilakukan pada kondisi temperatur air rendah dan tidak dalam kondisi hujan. Saat penangkapan kedalaman air kolam dibiarkan setinggi 20-30 cm. 
• Pengangkutan benih juga sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. Wadah angkut yang digunakan berupa drum (Volume 200 lt) atau jerigen. Drum diisi air setengan dari volume, posisi drum ditidurkan. Jumlah benih dalam setiap drum berkisar antara 10-15 kg tergantung lamanya proses pengangkutan.

Setelah pemanenan, benih di jual kepada pengusaha pembesaran gurami atau dipelihara lagi di kolam lain untuk mendapatkan ukuran ikan yang lebih besar. Untuk mengupayakan agar tingkat kematian benih rendah, dalam pengiriman benih menggunakan jerigen atau drum yang diisi air bersih dan selama pengiriman benih ikan tidak diberi pakan (perut dikosongkan). 
Foto 9 

Pembenihan 
1). Pemeliharaan induk 
Induk-induk disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Seekor induk membutuhkan luas kolam kurang lebih 5 meter dengan dasar kolam berpasir dan kedalaman air sekitar 75-100 cm. Pakan yang diberikan adalah daun-daunan sebanyak kurang lebih 5% dari berat populasi dan pakan diberikan pada setiap sore hari. Makanan tambahan dapat diberikan berupa pelet sebanyak 0,5-1% dari berat populasi. Pemberian pelet untuk induk dibatasi untuk mencegah timbunan lemak pada induk karena dapat mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan. Ukuran berat induk jantan sekitar 2-3 kg/ekor dan induk betina 2-2,5 kg/ekor. Induk gurami dapat dipijahkan 2 kali dalam setahun selama usia produktif (5 tahun) . Induk gurami dapat dipijahkan tidak lebih dari 10 kali karena jika lebih dari 10 kali memijah dikhawatirkan fekunditas (yaitu daya tetas telur menjadi larva), rendah dan mortalitas telur dan benih yang dihasilkan meningkat. 
2). Penebaran induk dan proses pemijahan 
Setelah proses pematangan gonad (yaitu organ hewan yang menghasilkan sperma dan telur) di kolam penampungan telah mencapai puncaknya, induk dimasukkan ke dalam petak kolam pemijahan. Luas kolam yang diperlukan untuk pemijahan adalah kurang lebih 20 m2 per pasang induk yang terdiri dari 1 ekor pejantan dan 3-4 ekor betina. Untuk mengetahui apakah induk telah siap memijah dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut : 
Induk betina
- Bagian perut belakang sirip dada kelihatan menggembung
- Sisik -sisik agak terbuka 
Induk jantan
- Kedua belah rusuknya bagian perut membentuk sudut tumpul
- Tingkahnya sangat agresif 
Pembesaran 
Dalam tahapan pembesaran, luas kolam optimal sekitar 200 m2 dengan konstruksi kolam berupa kolam tanah. Kedalaman air kolam sekitar 1 m dari dasar kolam dibuat tidak terlalu berlumpur. Persiapan kolam dalam tahapan ini tidak jauh berbeda dengan persiapan yang dilakukan pada tahap pendederan. 
Ikan yang dipelihara dapat berukuran berat 200-250 gram/ekor dan ditebar dengan kepadatan benih ± 1 -2 kg/m2. Pakan yang diberikan terdiri dari pelet dengan jumlah pemberian sebanyak 1,5 – 2% pada pagi dan sore hari serta daun-daunan sebanyak 5% diberikan pada sore hari. Dalam waktu 4 bulan ikan akan mencapai ukuran konsumsi dengan berat 500-700 gram/ekor. 
Pemanenan dilakukan sama seperti pada tahap pendederan, hanya saja pada tahap pembesaran pemanenen sebaiknya tanpa menggunakan alat tangkap. 
Foto 10 

 Ikan Gurami Konsumsi
Dipasarkan dengan berat di atas 500 gram 
HAMA DAN PENYAKIT 
Hama yang biasanya menganggu ikan gurami adalah ikan liar pemangsa seperti gabus (Ophiocephalus striatur BI), belut (Monopterus albus Zueiw), lele (Clarias batrachus L) dan lain-lain. Musuh lainnya adalah biawak (Varanus salvator Dour), kura-kura (Tryonix cartilagineus Bodd), katak (Rana spec), ular dan bermacam-macam jenis burung. Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukan air dipasangi serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk dalam kolam. 
Penyakit 
Gangguan penyakit dapat berupa penyakit non parasiter dan penyakit parasiter. Gangguan penyakit dapat lebih mudah menyerang ikan gurami pada saat musim kemarau dimana suhu menjadi lebih lebih dingin. 
Penyakit non parasiter adalah penyakit yang timbul bukan karena serangan parasit, tapi biasanya bersumber dari faktor lingkungan fisika dan kimia air dan makanan. Penyakit ini bisa berupa pencemaran air karena adanya gas beracun seperti asam belerang atau amoniak, kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturanan. Untuk mengetahui gangguan yang dialami oleh ikan yang dipelihara dapat diketahui dari pengamatan terhadap ikan. Bila ada gas beracun dalam air, ikan biasanya lebih suka berenang pada permukaan air untuk mencari udara segar. 
Penyakit parasiter diakibatkan parasit. Parasit adalah hewan atau tumbuh-tumbuhan yang berada pada tubuh, insang, maupun lendir inangnya dan mengambil manfaat dari inang tersebut. Parasit dapat berupa udang renik, protozoa, cacing, bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Berdasarkan letak penyerangannya parasit dibagi menjadi dua kelompok yaitu ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan dan endoparasit yang berada dalam tubuh ikan. 
Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit parasiter adalah sebagai berikut : 
• Penyakit pada kulit :
Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir. 
• Penyakit pada insang :
Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu. 
• Penyakit pada organ dalam :
Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap. 

Salah satu parasit yang sering menyerang ikan gurami adalah Argulus indicus yang tergolong Crustacea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit, berbentuk oval atau membundar dan berwarna kuning bening. Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan menimbulkan infeksi. Selanjutnya infeksi ini dapat menyebabkan patah sirip atau cacar. Parasit lainnya adalah bakteri Aeromonas hdyrophyla, Pseudomonas, dan cacing Thematoda yang berasal dari siput-siput kecil. 
Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat dan memindahkan ikan ke dalam kolam lain dan melakukan penjemuran kolam yang terjangkit penyakit selama beberapa hari agar parasit mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. Sementara pengobatan bagi ikan-ikan yang penyakitnya lebih berat dapat menggunakan bahan kimia seperti Kalium Permanagat (PK), neguvon dan garam dapur. 
Selain penggunaan bahan kimia tersebut di atas, petani di daerah Banyumas menggunakan laun lambesar (Chromolaena odorata (L), RM King & H. Robinson ) sebagai antibiotik. Daun lambesan dimasukkan ke dalam kolam sebelum ikan di tebar yaitu pada saat pengolahan kolam. Banyaknya daun lambesan yang dipakai adalah 1 pikul (yaitu kurang lebih 50 kg) untuk luas tanah 25 m2. Penggunaan daun ini adalah 1 untuk 1 masa tanam. 
Penggunaan obat-obatan kimia untuk ikan konsumsi tidak dilanjutkan mengingat dampak yang tidak baik kepada konsumen. Kalaupun diberikan obat-obatan tidak boleh langsung di jual kepada konsumen akhir. Penggunaan obat-obatan pada ikan konsumsi juga sebaliknya tidak diberikan apabila ikan hendak diekspor. Besarnya ikan-ikan konsumsi yang mati dibuang. 
KENDALA PRODUKSI 
1. Penyakit sering kali menjadi kendala karena dapat mengakibatkan menurunnya jumlah produksi ikan yang dapat di jual. Untuk mempercepat timbulnya penyakit maka diupayakan untuk menjaga kondisi kolam agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan, disamping petani dapat menghubungi dinas atau Balai Benih Ikan setempat. 
2. Gangguan musim umumnya terjadi pada saat musim kemarau yang mengakibatkan suhu lebih dingin sehingga oksigen berkurang dan ikan mudah terserah penyakit. Perubahan suhu yang dapat ditoler ikan adalah 5oC. Untuk mengantisipasi perubahan suhu dapat dilakukan pengaturan air masuk dan air keluar. 
3. Sikap petani yang masih sulit mengubah pola budidaya ikan ke arah yang lebih intensif dan cendrung tetap mempertahankan pola budidaya yang telah dilakukan secara turun temurun. Akibatnya jumlah produksi gurami yang masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Dalam hal ini Dinas terkait perlu meningkatkan pembinaan kepada petani agar mau menerapkan pola budidaya yang lebih baik.